Bayem dalam bahasa jawanya, Bayam untuk bahasa Indonesia. nama sayuran yang biasa ibuk bikin dengan bumbu Bawang putih, kunci, bawang merah, dan resep rahasia dari Apotik zaman penjajahan, namanya dodo bening. yang ini beda lagi, bukan soal sayuran atau makanan berkuah, ini hanya soal nama, Brand yang di lekatkan oleh fansnya, sperti sebutan Kiyai, masak ada yang menyebut dirinya sendiri, “aku kiyai”, 😂 Kalau ada berarti dia kiyainya kiyai.

Sekitar sejam yang lalu, Bayem mendadak kerumah, jalan kaki pakai akarnya :v, sambil bawa sekarung penuh surat cinta. Biasanya sebelum kerumah dia menghubungi aku dulu, ya walaupun lebih sering batalnya kalau menghubungi lebih dulu 😂. Kukira ada masalah genting atau hal-hal yang serius begitu, tapi ternyata cuma numpang buang hajat sambil ngambil seputung rokok, kutanya, “kenapa cuma ngambil seputung?”, “ga popo, iki cuma kamuflase”, aku tidak paham dengannya, dan tiba-tiba saja pamit balik lagi. sebelum benar-benar melangkahkan akarnya, menyeret daun-daun layunya dia menoleh, “ada apa?”, kutanya, “Aku rindu kamu”, jawabnya”. 😂.

Bayam memiliki akar serabut dan tunggang, seingatku pelajaran biologi waktu SD dulu. tidak seperti bayem, dia memiliki akar serabut dengan masing-masing serabut berjenis tunggang, bayangkan saja betapa kekar akarnya. Tidak akan mudah di robohkan hanya dengan Kipas angin tombol ke-3, atau bahkan dengan pompa ban tubles sekalipun, tapi belum tau kalau dengan angin plus hujan yang menghantamnya, semoga masih setia akar-akarnya mencengkram bawah tanah.

loading...

Bayam ini banyak olahannya, pun juga banya polanya, bisa diolah menjadi dodo bening seperti yang sudah dikatakan di awal, juga bisa di pola menjadi pebisnis muda dengan semangatnya yang membara, ah katakanlah seperti itu. Bagaimana aku melupakan gaya khasnya ketika membantah semua argumen yang dirasanya menyerang pertahanannya, walaupun sesekali terlihat belepotan dengan kedua gigi gingsulnya. Atau paling tidak ketika sudah angkat tangan dengan menyeringai tanpa dosa sambil mbantah “sakjane maksudku mau koyok ngunu Syaf“, aku hanya membalasnya, “Jambu!“.

Seperti kebanyakan sayuran yang lain, Bayem juga memiliki banyak sekali manfaat, tapi, ada juga beberapa efek samping yang akan di timbulkan setelah atau sedang mengonsumsi Bayem ini. Seperti beberapa kejadian di bawah ini :

Nggereged

Setelah satu jam bercengkrama dengan Bayem, jika tidak siap dengan imun-imun dari dokter jiwa, mungkin bisa jadi tubuh akan mengalami getaran yang hebat akibat menahan degup jantung yang menerima rangsangan dari hujaman argumen Nirlogic darinya. tapi tenang hal ini bisa segera teratasi dengan membaca wirid, “Jambu biji“.

Berkeringat Dingin

Yang ini biasanya tidak melihat waktu, pagi, sore, malam pun bisa diserang dengan keadaan ini, pasalnya, Bayem akan mengeluarkan zat-zat eskresi dari cengirannya sambil memicingkan mata yang menampilkan mimik menyeramkan sekaligus imut itu. Bayangkan saja, menyeramkan tapi imut, seperti Annabelle kira-kira.

Mata Buram

Beberapa yang sudah mengonsumsi celotehan Bayem ini akan mengalami sedikit gangguan mata, seperti Buram gatal-gatal begitu, sebabnya, Bayem akan memberikan paparan radiasi yang menyengat otak-otak audiennya. dari itu akan ada peningkatan konsumsi oksigen ke otak yang bisa mengganggu saraf mata. Misalnya, dengan pertanyaan-pertanyaan yang unik, “Syaf, kenapa hidup ini hidup, harusnya kan Menghidupi?“.

Perut Kembung

Nah, sebenarnya ini bukan efek samping, tapi bisa di katakan sisi plusnya. Bayem suka sekali mampir di warung pojokan pertigaan di Jalan Gentong Gang Perumahan. disana ada penjual Es Jus Kelempoken. 😂


Over All, kami merindukan Bayem dengan badan yang seperti corong bensin Eceran dengan warna hijau lusuh dengan koret-koret sisa keringat dari tangan-tangan muliya itu.

Semoga jalannya Berkah.

Leave a Reply